nila B E S T

—— we are the BEST ——

Penyebaran Nila BEST

Seiring dengan telah diresmikannya nila BEST sebagai strain baru ikan nila, permintaan akan nila BEST baik berupa calon induk maupun benih sebar, sangat pesat berkembang. Sampai dengan saaat ini tercatat telah tersebar di 63 lokasi di seluruh Indonesia. Adapun lokasi penyebaran nila BEST selengkapnya adalah sebagai berikut:
No. Institusi
1 BBPBAT Sukabumi
2 BBAT Mandiangin, Kalsel
3 BBAT Jambi
4 LRPTBPAT Sukamandi
5 Pusat Penelitian Limnologi, LIPI Cibinong (di Riau)
6 Dep. Budidaya Perairan FPIK-IPB
7 BPPT (di BBAT Wanayasa)
8 Dislutkan Padang
9 Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan
10 Dislutkan Prov. Jambi
11 UPTD Pengembangan Benih, Disnaklutkan Tasikmalaya
12 Dislutkan Purwakarta
13 SMK Negeri 1 Perikanan Kuningan
14 Dislutkan Lebak/Rangkasbitung
15 Dislutkan Brebes
16 Dislutkan Provinsi Banten
17 Dislutkan Klaten
18 Dislutkan Banjarnegara
19 Dislutkan Bantul
20 Dislutkan Gunungkidul
21 Dinas Peternakan dan Perikanan Temanggung
22 Dislutkan Blitar
23 Dislutkan Mataram, NTB
24 Diskan Sambas Kalimantan
25 Limnologi, LIPI Cibinong (untuk Kalimantan Selatan)
26 Pemkab Dharmasraya Sumbar
27 Dislutkan Jepara
28 Dinas Pertanian Kab Majalengka
29 Dis. K.P. Kab. Subang
30 Dis. Perik. Musi Banyuasin
31 Dis. Peternakan Perikanan Kel. Jember
32 Dislutkan Bantul
33 Dis. Peternakan Perikanan Magetan
34 Dis. Perikanan Sikayu
35 Dislutkan Pariaman melalui Pusbangluh Perikanan DKP
36 Petani Bogor (10 orang)
37 Petani Purwokerto (1 orang)
38 Petani Ciamis (1 orang)
39 Petani Padang (2 orang)
40 P4S Kutai Kartanegara Kalimantan
41 BPPT
42 Petani Poso Sulawesi Tengah
43 Petani Poso Sulawesi Tengah
44 Petani Sampit Kalimantan Tengah
45 Petani Tasikmalaya
46 Petani Citeureup
47 Petani Nagrak Sukabumi
48 Petani Cinagara
49 STP Cikaret
50 Bogor
51 Cimanglid Bogor
52 Petani Padang (2 orang)
53 Petani Pasir Muncang
54 Petani Rancabungur
55 Surabaya
56 Petani Palembang
57 Petani Cibanteng
58 Kelompok Tani Bina Tani Cipicung, Sukabumi
59 STP Cikaret
60 Kelompok tani Desa Hataran, Sumatera Utara
61 UPIS Anjungan Kalimantan Barat
62 Malang
63 Jasmin, Bogor

Mei 4, 2010 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Nila BEST Resmi Dilepas ke Masyarakat

Pada tanggal 23 November 2009, bertempat di Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Janti – Klaten, Jateng. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia secara resmi melakukan penglepasan Ikan Nila BEST untuk disebarluaskan ke masyarakat.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, berupa 25.000 (dua puluh lima ribu) ekor benih calon induk dan 40 ekor induk untuk dibagikan kepada 5 Dinas Kelautan dan Perikanan di Jawa Tengah.
Sampai saat ini, calon induk ikan nila BEST telah ada di 18 Institusi Kedinasan (Balai Budidaya, Balai Benih, Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten) dan 4 orang Partner dengan jumlah yang tersebar sebanyak lebih dari 100.000 ekor calon induk.
Sampai saat ini juga masih banyak pengajuan permintaan baik institusi kedinasan maupun perorangan berpartner, yang belum dapat kami layani. Untuk itu, Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Desember 3, 2009 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

Penyebaran Ikan Nila BEST

Seiring dengan permintaan akan nila BEST yang semakin tinggi di masyarakat, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar atas permintaan dari beberapa institusi terkait, telah melakukan penyebaran benih calon induk ikan nila BEST secara terbatas ke beberapa daerah. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mempercepat dan mempermudah penyebarluasan serta penyediaan ikan nila BEST secara nasional nantinya. Diharapkan, pada tahun 2010, benih ikan nila BEST dapat diperoleh dengan mudah di seluruh Indonesia melalui Dinas Perikanan, Balai Benih, Balai Budidaya dan Institusi terkait lainnya, maupun perorangan yang menjadi partner kerja kami.

Adapun yang telah memperoleh benih calon induk ikan nila BEST, dan diharapkan akan dapat memproduksi benih sebar ikan nila BEST pada sekitar pertengahan tahun 2010, adalah sebagai berikut;
A. Institusi Pemerintah:
1. Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi (prdiksi produksi benih, Juni 2010)
2. Balai Budidaya Air Tawar Jambi (prediksi produksi benih, Juni 2010)
3. Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, Kalimantan Selatan (prediksi produksi benih, Juni 2010)
4. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi (prediksi produksi benih, Juni 2010)
5. Dinas Kelautan dan Perikanan Padang Pariaman (prediksi produksi benih, April 2010)
6. UPTD Pengembangan Benih Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Tasikmalaya (prediksi produksi benih, Mei 2010)
7. Dinas Kelautan dan Perikanan Purwakarta (prediksi produksi benih, Juni 2010)

B. Partner
1. Herry Hernawan, Parung-Bogor (produksi benih)
2. Suryo, Parung-Bogor (prediksi produksi benih, Juni 2010)
2. Yohanes Oky Riyanto, Purwokerto (prediksi produksi benih, Juni 2010)

C. Dalam Proses
1. Dinas Kelautan dan Perikanan Kodya Blitar
2. Dinas Kelautan dan Perikanan Mataram
3. Dinas Kelautan dan Perikanan Padang
4. Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Tenggara
5. Dinas Kelautan dan Perikanan Temanggung

Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena penyebarluasan ikan nila BEST, masih dilakukan secara terbatas dan baru sebatas permintaan. Kepada para pemohon yang sampai saat ini belum dapat kami penuhi, kami juga minta maaf yang sebesar-besarnya.

Oktober 1, 2009 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

TIM PENELITI NILA “BEST”

Sebanyak empat orang Peneliti utama yang turut serta dalam menghasilkan strain ikan Nila BEST, berasal dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor, yaitu;
Dr. Ir. Rudhy Gustiano, MSc
Otong Zenal Arifin, SPi, MSi
Gleni Hasan Huwoyon, SPi
Dr. Ir. Estu Nugroho, MSc.
Disamping para peneliti lainnya yang turut serta dalam mengamati dan para teknisi yang turut serta melaksanakan kegiatan dalam menghasilkan ikan nila BEST.

Juli 13, 2009 Posted by | 1 | 1 Komentar

Nila BEST belum dijual secara komersial

Untuk diketahui oleh masyarakat pembudidaya perikanan secara umum, bahwa sampai dengan saat ini ikan Nila BEST belum disebarluaskan secara komersial ke masyarakat, kecuali untuk keperluan pengujian dan pengamatan secara terbatas atas persetujuan dan monitoring langsung dari Peneliti dan Institusi yang berwenang, yaitu Dr. Ir Rudhy Gustiano, Otong Zenal Arifin, SPi, MSi dan Gleni Hasan Huwoyon, SPi dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Sempur Bogor. Demikian untuk diketahui.

Untuk informasi lengkap dapat menghubungi ke nilabest@gmail.com atau add kami Facebook Group Nila BEST.

Atas perhatiannya diucapkan terima kasih

Juli 9, 2009 Posted by | BEST belum dijual secara komersial | Tinggalkan komentar

Growth Performance of the “BEST” Strain Under Communal and Separate

Growth Performance of the “BEST” Strain and NIFI Under Communal and Separate Rearing Test

by Rudhy Gustiano, Otong Zenal Arifin and Gleni Hasan Huwoyon.

ABSTRACT
Generaly the common cultured nile tilapia are represented by the black and red phenotypes. In many species, color has a pleiotropic effect on the growth performance as well as their commercial price. The objectives of the study was to elucidate the growth performance of the “BEST” (black nile tilapia) and NIFI (red nile tilapia) strain under communal and separate rearing test. In the study fish with 4-5 cm sized in length were used. In communal test (experiment 1), fish were reared in 1 m3 fine net placed in concrete tank with density 80 fish/net (40 fish for each strain) with four replications. In separate rearing test (experiment 2), fish were reared with density 65 fish/net with four replications for each strain. During the experiment, fish were fed with commercial pellet 5% body weight a day. Observation on the growth was conducted every 10 days by weighting the 30% of population for each strain. The results showed that in experiment 1, the BEST strain has better growth performance than NIFI one (P<0,01) for absolute growth (BEST: 8,0 ± 0,88; NIFI: 3,6 ± 0,72) and spesifik growth rate (BEST: 0,2 ± 0,02; NIFI: 0,1 ± 0,02). The significant different (P<0,01) was started on the third sampling. In the experiment 2, the BEST strain has better absolute and spesific growth than NIFI (P<0,01) with absolute growth (BEST: 5,4 ± 0,96; NIFI: 2,8 ± 0,36), and specific growth rate (BEST: 0,18 ± 0,035; NIFI: 0,09 ± 0,013). Significant different was exist on the second sampling.

Key words: growth, nile tilapia, Oreochromis niloticus, strain, color

Juli 1, 2009 Posted by | Pertumbuhan | Tinggalkan komentar

Growth Performance Of The Black (BEST)

Growth Performance Of The Black (BEST) and Red (Red NIFI) Nile Tilapia (Oreochromis Niloticus L) under Separate Rearing Condition

Otong Zenal Arifin, Gleni Hasan Huwoyon and Rudhy Gustiano

INTRODUCTION
In many species of fish, color influences the growth performance as well as the market price. It is reported that certain color gene has pleitropic effect on the growth rate of nile tilapia and other cultured species such as American catfish, sword tail, Midas cichlid and rainbow trout. Recently, many new strains of nile tilapia were produced, therefore it is important to evaluate the growth performance of difference varieties of nile tilapia existed. Objective of the study was to elucidate the growth performance between color phenotypes of nile tilapia, Black color for BEST strain and red for Red NIFI

METHOD
Evaluated strains used in this study were Black color phenotype (BEST) from Bogor and Red color one (Red NIFI) from Sukamandi. Growth performance test was conducted in 8 m3 concrete tanks using fine net size 1x1x1m3. Density of was 65 fish per 1 m3 with initial fish size was 5 cm or 4-5 g each. The experiment was conducted for 1 month.

RESULT AND DISCUSSION
The results showed that the black color phenotype (BEST) has better absolute and spesific growth rate than red color (Red NIFI) (P < 0.01). Absolute growth of black color phenotype and red color were 5.4 ± 0.84 g and 2.8 ± 0.31 g with the specific growth rate were 0.18 ± 0.032 g/day for black color phenotype and 0.09 ± 0.012 g/day for the red color. The differences was significantly since the 20th day.

CONCLUSION
The black color phenotype (BEST) has better growth performance significantly than the red color one (Red NIFI).

Juni 29, 2009 Posted by | Karya Ilmiah | | Tinggalkan komentar

Ketahanan Nila BEST terhadap Salinitas

by: Dadang Ariyanto1, M.H. Fariduddin Ath-thar2, Rudhy Gustiano2

PENDAHULUAN
Ketersediaan perairan payau membutuhkan jenis dan strain yang dapat dibudidayakan di perairan tersebut. Namun demikian, belum tentu semua jenis varietas unggulan toleran terhadap salinitas tinggi. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melakukan evaluasi pertumbuhan benih ikan nila berbagai strain/populasi dalam media bersalinitas 5 ppt menggunakan ikan nila strain BEST, lokal Kuningan (LK), Red NIFI (RN), nila merah (NM) dan nila hitam (NH) di masyarakat.

BAHAN DAN METODE
 Ikan dipelihara dalam akuarium 100 x 40 x 60 cm
 Kepadatan 25 ekor tiap ulangan sebanyak 4 ulangan
 Ikan uji yang digunakan berukuran 3-5 cm.
 Air bersalinitas dibuat dengan menambahkan garam tambak
dengan air tawar sehingga mencapai 5 ppt hasil peneraaan
menggunakan “refraktometer”.
 Ikan diberi pakan komersial (pellet) sebanyak 5% per hari dari bobot tubuh.
 Pengamatan pertumbuhan panjang baku dan bobot tubuh dilakukan
setiap 10 hari sekali
 Sintasan dihitung secara akumulatif setiap 10 hari.
 Biomass dihitung dengan menimbang total ikan yang ada di akuarium.
 Analisa data dengan analisa sidik ragam, diteruskan dengan “Duncan test”

HASIL
Pengamatan pertumbuhan panjang dan bobot tubuh memperlihatkan bahwa kelima strain yang diuji tidak memperlihatkan adanya perbedaan pertumbuhan panjang dan bobot. Untuk biomassa, BEST memberikan hasil yang terbaik dan berbeda nyata dengan Hitam, Merah dan LK namun tidak berbeda nyata dengan Red Nifi. Sedangkan Red Nifi sendiri tidak berbeda nyata dengan Hitam (P < 0,01) tetapi berbeda nyata dengan LK dan Merah. Untuk pengamatan sintasan, ikan nila BEST mempunyai nilai yang terbaik dan berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan LK, merah dan hitam tetapi tidak berbeda nyata dengan Red Nifi. Demikian pula untuk Red Nifi yang berbeda nyata dengan LK, merah dan hitam. Sedangkan untuk ketiga strain lainnya (LK, merah dan hitam) tidak memberikan perbedaan nyata satu sama lain.

MALANG

KESIMPULAN
Dari beberapa parameter yang diamati, hasil sementara menunjukkan ikan nila BEST lebih baik dalam sintasan dan pertambahan biomasa total dibandingkan dengan strain lainnya.

Juni 29, 2009 Posted by | Ketahanan Salinitas | Tinggalkan komentar

Sejarah Nila BEST

Pada tanggal 02 Desember 2008 salah satu strain baru ikan nila yang awalnya bernama “NILA BOGOR” telah dinyatakan LULUS oleh Tim Penguji menjadi NILA BEST (Bogor Enhanched Strain Tilapia) untuk kemudian disebarkan secara luas ke masyarakat. Kami katakan pencapaian awal, karena kami berharap ke depan masih akan terus dan terus berlanjut dihasilkan kembali ikan nila unggul yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Ikan nila BEST merupakan ikan hasil pemuliaan menggunakan dengan karakter keunggulan dalam pertumbuhan. Ikan ini dihasilkan melalui suatu proses yang panjang selama 4 (empat) tahun penelitian yang dilakukan Tim Peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor yang terdiri dari:

Dr. Rudhy Gustiano,

Otong Zenal Arifin, SPi, MSi,

Gleni Hasan Huwoyon, SPi.

Dr. Estu Nugroho.

Nila BEST

Juni 22, 2009 Posted by | NILA BEST | Komentar Dimatikan

Daftar Karya Ilmiah Tentang Nila BEST

* Arifin, O.Z. danR. Gustiano. 2006. Pertumbuhan populasi ikan nila Orechromis niloticus di kolam Cijeruk Bogor. Sainteks 13: 141 – 146.
* Arifin, O,Z., E. Nugroho dan R. Gustiano.2007. Keragaman genetik populasi ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam program seleksi berdasarkan RAPD. Berita Biologi 8: 465-471. Puslitbang Biologi LIPI.
* Gustiano, R., O.Z. Arifin dan T. Kurniasih. 2005. Uji banding pertumbuhan empat populasi ikan nila di Kolam Percobaan Cibalagung, Bogor. Sainteks 12: 169 – 174
* Gustiano, R. Y. Suryanti dan A. Widiyati. 2005. Evaluasi pertumbuhan populasi nila di dua lokasi penelitian berbeda. Aquacultura Indonesiana
* Gustiano, R., T. Kurniasih dan O.Z. Arifin. 2005. Evaluasi pertumbuhan empat populasi ikan nila (Oreochromis niloticus) di kolam percobaan Cijeruk, Bogor.Biosfera 22: 129-133.
* Gustiano, R dan O.Z. Arifin. 2007. Keragaan pertumbuhan 24 famili nila Oreochromis niloticus) generasi pertama (F1) pada umur 5 bulan. Sainteks 14: 155-161.
* Gustiano, R., O.Z. Arifin, A. Widiyati dan L. Winarlin. 2007. Pertumbuhan jantan dan betina 24 famili ikan nila (Oreochromis niloticus) pada umur 6 bulan. Dalam Prosiding Lokakarya nasional Pengelolaan dan perlindungan Sumber Daya Genetik di Indonesia (Editors: K. Dwiyanto dkk). Jakarta. P: 287-291.
* Gustiano, R dan O.Z. Arifin. 2008. Respon dan heretabilitas pada seleksi famili ikan nila(Oreochromis niloticus) generasi ketiga (G3).9 h (Prosiding Nasional Seminar Perikanan Indonesia-UGM 2008).
* Kusdiarti, Ani Widiyati, Winarlin dan Rudhy Gustiano. 2008. Uji Banding pertumbuhan biomas ikan nila (Oreochromis niloticus) seleksi dan nonseleksi di Waduk dan danau. 7 h (Prosiding Seminar Nasional Ichthyology IV).
* Nuryadi, O.Z. Arifin, Mulyasari dan R. Gustiano. 2008. Evaluasi Keragaan dan Keragaman Genetik Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasil Program Seleksi Berdasarkan Karakter Morfometrik dan DNA. Berita Biologi, Vol 9, No 1: 81-90 pp. Puslitbang Biologi LIPI
* Taufik, P., D. Sugiani, U. Purwasih dan R. Gustiano. 2008. Uji ketahanan penyakit Streptococcosis dan lingkungan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) seleksi dan non seleksi. 8 h. (dalam proses publikasi Buku Bunga Rampai-Pusat Riset Perikanan Budidaya).
* Widiyati, A.,R. Gustiano,dan O.Z. Arifin. 2006. Uji pertumbuhan 24 famili generasi pertama (F1) ikan nila (Orechromis niloticus) di karamba jaring apung. Sainteks 13: 210 – 216.
* Widyastuti, Y.R, J. Subagja dan R. Gustiano. 2008. Bioreproduksi ikan nila (Orechromis niloticus) seleksi dan non seleksi: karakter induk, telur dan embrio dan benih. 9 h. (Prosiding Seminar Nasional Ichthyology Nasional IV).
* Winarlin, dan Gustiano, R. 2007. Pertumbuhan nila (Oreochromis niloticus) jantan di lingkungan danau dan kolam. Sainteks 14:210-214.
* Winarlin dan R. Gustiano. 2008. Uji banding pertumbuhan biomas ikan nila (Oreochromis niloticus) seleksi dan non seleksi di kolam dan di danau. 7 h (dalam proses publikasi Jornal Biosfera
* Gustiano, R. O.Z. Arifin dan E. Nugroho. 2008. Perbaikan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan seleksi famili. Media Akuakultur, Vol 3 No 2: 98-106.
* Arifin, O.Z., Huwoyon, G.H. and R. Gustiano. 2009. Growth Performance Of The Black And Red Nile Tilapia (Oreochromis niloticus L) Under Separate Rearing Conditio. Makalah disampaikan dalam World Ocean Conference (WOC), Manado, Mei 2009.
* Gustiano, R, Arifin, O.Z., Huwoyon, G.H., Ath-thar, MHF and Nugroho, E. 2009. Bogor Enhanched Strain Tilapia (BEST): New Strain of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) in Indonesia. World Ocean Conference, Manado, Mei 2009.

Juni 22, 2009 Posted by | Karya Ilmiah | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.